artikel

Hukum Mengubah Nama

0
Waiting for you. Empty name board in hands of meeting man at airport, copy space

Hukum mengubah nama

Syariat Islam merupakan syariat yang indah dari segala macam aspek dan sisi, termasuk bagian keindahan Islam, islam menuntun para pemeluknya untuk menggunakan nama-nama yang baik dan indah, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

إِنَّكُمْ تُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَسْمَائِكُمْ وَأَسْمَاءِ آبَائِكُمْ فَأَحْسِنُوا أَسْمَاءَكُمْ

“Sesungguhnya pada hari kiamat nanti kalian akan dipanggil dengan nama-nama kalian dan nama-nama bapak-bapak kalian. Oleh karena itu, buatlah nama-nama yang baik untuk kalian.” (HR. Abu Daud)

Dan Nabi kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki perhatian yang tinggi dalam mengganti nama-nama yang buruk. Diriwayatkan dari Ummul Mu’minin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha :

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يُغَيِّرُ الاسْمَ القَبِيْحَ

“Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengganti nama yang buruk” (H.R At-Tirmidzi)

Lantas apa hukumnya sesorang mengganti namanya saat ini?

Sebelum membahas mengenai hukum mengganti nama terlebih dahulu yang harus kita ketahui bahwasanya didalam syariat kita ada nama-nama yang Haram dan juga Makruh untuk digunakan berikut rinciannya :

Penamaan nama yang haram  untuk digunakan :

  1. Menggunakan nama yang terkhususkan hanya milik Allah saja

Seperti : Allah,  Al-Kholiq, Ar-Rahman, As-Shomad, Ar-Razzaq, Malikul muluk (raja diraja)

Diantara dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَغْيَظُ رَجُلٍ عَلَى اللهِ يَوْمَ القِيَامَةِ ، أَخْبَثُهُ وَاَغْيَظُهُ عَلَيْهِ : رَجُلٌ كَانَ يُسَمَّى مَلِكَ الأَمْلاَك ، لَا مَلِكَ إِلَّا الله

“Manusia yang paling dimurkai Allah nanti pada hari kiamat yang paling keji dan yang paling dibenci-Nya adalah laki-laki yang bernama Malikul Amlak. Sesungguhnya tiada raja yang haq selain Allah subhanahu wa ta’ala.” (H.R Bukhari dan Muslim)

  • Penamaan yang terkhususkan hanya untuk Nabi Muhammad saja

Seperti : Penghulu anak cucu adam, Penghulu para manusia, Penutup para Nabi.

Namun Mustahab (Sunnah) bagi seorang laki-laki menggunakan nama ‘Muhammad’ berdasarkan sabda Rasulullah :

تَسَمُّوْا بِاسْمِي

“Berikanlah nama seperti namaku (Muhammad)” (H.R Muslim)

  • Nama yang bermakna penghambaan diri kepada selain Allah

Seperti : Abdul Hajar (hamba batu), Abdus Syams (Hamba matahari), Abdul Husain (hamba husain)

Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Hani’ bin Yazid beliau mengatakan :

” وَفَدَ عَلَى النَبِي صلى الله عليه وسلم قَوْمٌ ، فَسَمِعَهُمْ يُسَمُّوْنَ : عَبْدَ الحَجَرِ ، فَقَالَ لَهُ : مَا اسْمُـكَ ؟ فَقَالَ : عَبْدُ الحَجَرِ ، فَقَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِنَّمَا أَنْتَ عَبْدُ الله “

“Ada suatu kaum yang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar mereka memanggil salah seorang di antara mereka dengan nama Abdul Hajar (hamba batu). Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya, “Siapa namamu?” Ia menjawab, “Abdu hajar.” Beliau bersabda, “Tidak, kamu adalah Abdullah (hamba Allah) bukan Abdu Hajar (hamba batu)!” (H.R Ibnu Abi Syaibah, dan Al-Imam Al-Bukhari dalam kitab Al-Adabul Mufrad)

  • Nama-nama sesembahan yang disembah selain Allah

Seperti : budha atau nama dewa-dewa sesembahan penyembah berhala.

  • nama-nama syaithon

Seperti: Iblis, khinzab.

Penamaan nama yang makruh untuk digunakan:

  1. Nama-nama yang dapat menjadi bahan cemohan bagi pemiliknya sendiri ataupun menodai kehormatannya.
  2. Nama-nama yang nama yang mengandung arti keberkahan, kebaikan atau yang menimbulkan rasa optimis. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

و لا تُسَمِّيَنَّ غُلَامَكَ يَسَارًا وَ لاَ رَبَاحًا وَ لاَ نَجِيحًا وَ لاَ أَفْلَحَ, فَإِنَّكَ تَقُولُ : أَثَمَّ هُوَ؟ فَلاَ يَكُونُ فَيَقُولُ: لاَ

“Jangan kalian namai hamba sahaya (atau anak) kalian dengan nama Yasaar, Rabaah, Najiih dan Aflaha. Sebab apabila kamu bertanya, “Apakah dia ada?” Jika ternyata tidak ada maka akan dijawab, “Tidak ada.” (HR. Muslim).

  • Nama-nama yang mengandung tazkiyah )Mensucikan/pujian) terhadap diri sendiri seperti : Taqiy (ahli taqwa), Abid (Ahli Ibadah).
  • Nama yang memiliki makna syahwat  atau porno.
  • Nama-nama yang mengandung arti maksiat dan dosa.
  • Sengaja memberikan nama dengan nama-nama orang yang fasiq, ataupun public figur kebatilan dan kelalaian (kesia-sian) seperti penyanyi, penari dll.
  • Nama-nama tokoh-tokoh kebathilan dan kezhaliman seperti : Fir’aun, abu jahal.
  • Nama non Arab yang biasanya hanya digunakan oleh non muslim saja.
  • Nama-nama hewan yang biasanya disebutkan untuk sesuatu yang jelek seperti Anj**g, ba*i, dan semisalnya.
  • Nama-nama yang memiliki kesan jelek dan negatif.
  • menyandarkan nama kepada islam ataupun Diin (Agama) seperti Nuuruddin (cahaya agama), Saiful Islam (pedang nya islam), Dhiyaulislam (Cahaya Islam).
  • Menggunakan nama-nama para malaikat seperti : Jibril, mikail.
  • beberapa ulama juga memakruhkan menggunakan nama-nama yang khusus untuk surat Al-Qur’an seperti : Thoha, Yasin.

Selain dari  nama-nama yang haram dan makruh untuk digunakan maka hukum penggunaannya adalah mubah (boleh).

Apa hukumnya mengganti nama?

Mengganti nama hukumnya dapat berbeda-beda sesuai dengan kondisi awal dan nama apa yang akan digunakan nantinya. Hukumnya dapat menjadi :

  1. Wajib

Apabila asal nama orang tersebut adalah nama yang haram untuk digunakan maka wajib baginya untuk mengganti namanya.

  • Sunnah

Mengubah nama hukumnya sunnah jika nama orang tersebut merupakan nama yang makruh untuk digunakan.

  • Mubah

Hukumnya mubah jika dia menggunakan nama yang mubah (boleh) di dalam syariat kemudian dia mengubah namanya ke nama yang hukumnya mubah juga untuk digunakan karena alasan kebutuhan tertentu, seperti seseorang mengubah namanya dari paijo menjadi Umar, atau dari juminten menjadi Fathimah, maka hal demikian mubah hukumnya.

  • Makruh

Mengubah nama hukumnya makruh jika awalnya dia menggunakan nama yang mubah (boleh) di dalam syariat kemudian dia mengubah namanya ke nama yang hukumnya makruh untuk digunakan seperti namanya adalah : Umar dirubah menjadi Taqiy (ahli Taqwa).

  • Haram

Jika namanya yang asalnya adalah nama yang mubah untuk digunakan lalu dia rubah menjadi penamaan yang haram untuk digunakan.

Kesimpulan: hukum mengubah nama dapat berubah-rubah sesuai kondisi dan tujuan nama yang akan dirubah, namun jika memang memiliki hajat atau kebutuhan untuk mengubah nama maka tidaklah mengapa (mubah) seseorang mengubah namanya, yang tidak pantas adalah sering menggonta-ganti nama tanpa tujuan dan kebutuhan yang jelas.

Wallahu a’lam

PENULIS : Ustadz Salman,Lc

Mengapa Harus Mendidik Anak Sesuai Dengan Tuntunan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Previous article

Ustadz Abu Salma,Lc – Untaian Hikmah Dari Kisah Nabi Yusuf – Bagian 2

Next article

You may also like

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

More in artikel