artikelhome

Ringkasan Kajian Tafsir Surat Yasin Ayat 41-44

2


إن الحمد لله، نحمده ونستعينه، ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فبلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له.

وأشهد أن لا إله إلا الله – وحده لا شريك له -.

وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.

Ini adalah ringkasan kajian tafsir surat Yasin yang diselenggarakan pada hari Kamis, tanggal 01 Oktober 2009 bertempat di Ma’had Ubay bin Ka’ab, disampaikan oleh Al Ustadz Abu Salma, Lc,


Kajian di mulai pada Ayat 41 dari Surat Yasin, yang mana pada pertemuan sebelumnya kita telah mengkaji sebagian ayat-ayat dimana Allah menerangkan sebagian dari pada ayat-ayat Allah, tanda-tanda kebesaran Allah, ayat secara bahasa maknanya adalah tanda1, Allah telah menerangkan sebagian dari tanda-tanda keberadaan Allah, tanda-tanda kebesaran Allah, telah dimulai dari Ayat ke-33 sampai dengan ayat ke-41 ini masih berkisar mengenai tanda-tanda kebesaran Allah, pada Ayat ke-33 diantara tanda-tanda kesaaan Allah yaitu Allah menghidupkan bumi setelah matinya, menghidupkan lahan yang gersang dengan tumbuh-tumbuhan,

Padang pasir yang terbentang, tidak ada rumput kecil disana apalagi pohon besar!, tetapi ketika Allah menurunkah hujan itu berubah menjadi taman yang indah, maka padang pasir tersebut menjadi taman yang indah, siapa yang mampu melakukan hal demikian? jadi jika hanya Allah yang mampu melakukannya! maka ibadahilah Allah satu-satunya! Allah juga telah menceritakan kebesaran Allah yaitu malam yaitu asal dari alam semesta ini dengan kegelapannya2, dan Allah datangkan matahari dengan cahaya, matahari juga berjalan pada porosnya, sebagian para ahli mengatakan jika matahari keluar dari porosnya maka kerusakan akan terjadi pada bumi, sedikit saja matahari mendekati bumi, maka bumi akan terbakar dan jika sebaliknya maka bumi akan membeku3. Tanda berikutnya adalah bulan, yang mampu menerangi tanpa ada hawa panas darinya, siapa yang mampu melakukan hal demikian? Ketika para Ahli membuat bola lampu yang cahayanya hanya sepersekian dibanding panasnya, maka akan kita dapatkan panasnya. Bulan memberikan cahaya di gelap malam, dan sebagai penunjuk jalan bagi musafir, kemudian pada ayat ke 41-44 surat Yasin Allah berfiman :


وَآَيَةٌ لَهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ (41) وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِنْ مِثْلِهِ مَا يَرْكَبُونَ (42) وَإِنْ نَشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيخَ لَهُمْ وَلَا هُمْ يُنْقَذُونَ (43) إِلَّا رَحْمَةً مِنَّا وَمَتَاعًا إِلَى حِينٍ (44)


41. dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan.
42. dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu[1268].
43. dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, Maka Tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.
44. tetapi (kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika.
Ma’na ayat per kalimat :


Pada ayat 41 وَآَيَةٌ لَهُمْ dan tanda bagi mereka, dalam kurung adalah sisipan dari penterjemah, tanda kebesaran Allah, tanda ketauhidan Allah, أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ kami membawa ذُرِّيَّتَهُمْ didalam kapal, untuk menjelaskan makna lafadz ini adalah sesuatu yang pelik, sampai-sampai Imam As Sa’di4 didalam menyatakan :

وهذا الموضع من أشكل المواضع عليَّ في التفسير
“ini adalah salah satu permasalahan yang terumit bagi saya dalam tafsir alquran”5

ذرية , ada dua pendapat para mufassirin :

1. Pendapat Al Hafidz Ibnu Katsir, garis keturunan yaitu anak, cucu dan seterusnya, bapak nenek moyang dan seterusnya, mereka berdalilkan dengan “Siyaqul Ayat” سياق الاية menerangkan demikian, kapal yang dimaksud dalam ayat ini adalah kapal Nabi Nuh, yang merupakan tanda kebesaran Allah buat mereka, karena tidak ada keturunan yang masih hidup diatas dunia ini kecuali garis keturunan Nabi Nuh dan orang-orang yang selamat bersama beliau, makanya Nabi Nuh digelari ابوالبشرالثاني “ bapak manusia yang ke-2” sebagaimana firman Allah dalam surat As-Saffat ayat 77 :
وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهُ هُمُ الْبَاقِينَ
“dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan”

sementara Nabi Nuh adalah nenek moyang mereka dan bukan keturunan mereka;

2. Pendapat kedua, ذرية yang dimaksud ialah anak cucu/keturunan, karena inilah yang difahami didalam bahasa arab, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Hadid ayat 26 :

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا وَإِبْرَاهِيمَ وَجَعَلْنَا فِي ذُرِّيَّتِهِمَا النُّبُوَّةَ
“dan Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim dan Kami jadikan kepada keturunan keduanya kenabian dan Al Kitab…..” والله تعلى أعلم

Selanjutnya,
وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِنْ مِثْلِهِ مَا يَرْكَبُونَ
Dan kami telah menciptakan buat manusia kendaraan lainnya dengan semisal seperti apa yang mereka kendarai seperti onta, kuda dan lain-lain, ini adalah nikmat yang telah diberikan Allah pada manusia adalah diajarkan cara membuat kapal, karena yang pertama kali membuat kapal adalah Nabi Nuh, berapa banyak manfaat yang telah diambil dengan adanya kapal ini? Dan Allah telah berfirman didalam surat Al Qomar ayat 13, ingat ini adalah tafsir ayat dengan ayat.


وَحَمَلْنَاهُ عَلَى ذَاتِ أَلْوَاحٍ وَدُسُرٍ
“dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku”
Disini Allah member isyarat bahwa kapal terbuat dari bahan-bahan tersebut, papan dan paku.
Ayat selanjutnya :


وَإِنْ نَشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيخَ لَهُمْ وَلَا هُمْ يُنْقَذُونَ
“ Jika kami (Allah) berkehendak, maka kami (Allah) akan menenggelamkan mereka, dan tidak ada yang bisa menolong dan tidak ada yang bisa menyelematkan,”
jangan mereka mengira mereka bisa berlayar dengan tenang itu adalah hasil kepintaran mereka, bagaimana jika Allah mengirimkan ombak sebesar gunung? Dan Allah telah pernah menciptakan ombak sebesar gunung, Allah berfirman didalam surat Hud ayat 42 :
وَهِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ


“dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung” tidak ada yang bisa menyelamatkan mereka, hal tersebut difirmankan oleh Allah dari kelanjutan surat Yasin ayat 44 :


إِلَّا رَحْمَةً مِنَّا وَمَتَاعًا إِلَى حِينٍ
“melainkan rahmat dari kami Allah dan kesenangan hidup sampai pada waktu yang telah ditentukan”
faidah-faidah yang ilmiyyah yang dapat diambi dari ayat ini :
1. Diantara rahmat Allah, diselamatkannya Nabi Nuh dan pengikut beliau, jika mereka ditenggelamkan maka musnahlah kehidupan manusia;
2. Manusia yang hidup tersisa hidup diatas permukaan bumi adalah keturunan Nabi Nuh dan pengikut Nabi Nuh, seperti apa yang difirmankan Allah didalam surat Asshoffat ayat 77:


وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهُ هُمُ الْبَاقِينَ
dan Kami jadikan anak cucunya mereka adalah orang-orang yang tersisa
3. Diantara nikmat Allah yaitu ilmu membuat kapal, ini adalah ilmu yang besar, banyak manfaat yang diambil dengan adanya kapal, sebagaimana juga Allah telah mengajarkan ilmu menulis dan membaca, sebagai mana firman Allah didalam surat Al-‘Alaq ayat ke-4 :


الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
“yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam”

lihat berapa banyak faedah dengan ilmu tulis baca, makanya Allah menyebutkanya didalam Alquran agar manusia sadar bahwa ini adalah nikmat dari Allah
4. Diantara nikmat Allah dan tanda-tanda kebesaran Allah adalah Allah menenangkan lautan agar kapal bisa berlayar sebagai mana perintah Allah, sebagai mana firman Allah dalam surat Al-Jatsiyah ayat 12 :


اللَّهُ الَّذِي سَخَّرَ لَكُمُ الْبَحْرَ لِتَجْرِيَ الْفُلْكُ فِيهِ بِأَمْرِهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“ Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan Mudah-mudahan kamu bersyukur”

5. Kekal diatas dunia ini adalah hal yang mustahil وَمَتَاعًا إِلَى حِينٍ ingat akan kemana kita kembali?
6. Allah telah menciptakan kapal dan kendaraan-kendaraan lainnya bahkan diantara kendaraan itu tidak kita ketahui, diketahui pada ummat yang akan datang. Sebagaimana firman Allah di dalam surat An-Nahl ayat 8


وَالْخَيْلَ وَالْبِغَالَ وَالْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةً وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
“ dan (dia telah menciptakan) kuda, bagal[820] dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya ”
Semakna dengan ayat ini, وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِنْ مِثْلِهِ مَا يَرْكَبُونَ, Allah yang tahu tentang kendaraan yang telah ada maupun yang akan ada, sehingga orang yang safar dengan kendaraan apa saja mereka tetap bisa mendapat kemurahan yang telah Allah berikan. Tidak ada pembatalan rukhso walau orang safar dengan selain kuda dan unta, dengan kendaraan apa saja maka hukum-hukum safar akan berlaku padanya, Allah berfirman di dalam surat Maryam ayat 63


وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَ لَهُ مَا بَيْنَ أَيْدِينَا وَمَا خَلْفَنَا وَمَا بَيْنَ ذَلِكَ وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا
64. dan tidaklah Kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa.

والله تعلى أعلم
Keterangan :
1. Al Qamusul Muhith halaman 1135
2. Tafsir Al Quranul Karim, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Surat Yasin Hal. 135
3. Tafsir Al Quranul Karim, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Surat Yasin Hal. 140
4. Beliau adalah Al ‘Allamah yang memiliki sifat wara’ (hati-hati), zuhud, pengingat akan generasi salaf asy-Syaikh Abdur-Rahman bin Nashir bin Abdillah Alu Sa’di Tamimi Al Hambali, Beliau dilahirkan di kota ‘Unaizah di wilayah Qashim pada tahun 1307 hijriah, beliau wafat di saat fajar hari Kamis yang bertepatan dengan 23 Jumadil Akhirah tahun 1376 H
5. Taisir Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan, Juz I, halaman 696

Ditulis ulang oleh si hamba yang dhaif
Abu faadhilah bin Fahmi Ilham
Muraja’ah
Ustadz Abu Salma Rifaindry, Lc

Nasehat Singkat ( Nasi ) ~ Jangan Tertipu ~ Ustadz Salman, Lc.

Previous article

Ustadz Abdul Qodir – Surah Luqman Ayat 1-15

Next article

You may also like

guest
2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Abdullah

Alhamdulillah,

Hamba Allah

Jazakumullahu khairan

More in artikel