artikel

Waktu Mustajab Yang Sering Dilalaikan

0

Waktu Mustajab yang sering dilalaikan

Ba’da Ashar pada hari Jum’at merupakan salah satu waktu mustajab berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً لاَ يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللهَ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ

‘Pada hari Jum’at terdapat dua belas jam (pada siang hari), di antara waktu itu ada waktu yang tidak ada seorang hamba muslim pun memohon sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan mengabulkan permintaannya. Oleh karena itu, carilah ia di akhir waktu setelah ‘Ashar.’[HR. Abu Dawud]

Asy-Syaikh Shalih Al-Munajjid menyebutkan ada beberapa cara yang dicontohkan oleh para salaf dalam mencari waktu mustajab setelah ashar pada jum’at diantaranya berikut :

  1. Tetap tinggal di masjid setelah shalat ashar, tidak keluar dari masjid dan berdoa. Dan doanya lebih ditekankan lagi ketika akhir waktu ahsar (menjelang magrib), ini adalah kedudukan tertinggi.
    Disebutkan dalam sebuat riwayat Said bin Jubair juga Thowus bin Kaisan (mereka adalah imam nya para tabi’in keduanya adalah murid dari sahabat ibnu Abbas) jika shalat ashar tidaklah berbicara dengan sseorangpun sampai tenggelam matahari.
  2. Ia berangkat ke masjid menjelang magrib kemudian shalat tahiyatul masjid, berdoa sampai akhir waktu ashar ini adalah kedudukan pertengahan.
  3. Ia duduk ditempatnya, rumah atau yang lain mengkhusukan diri berdoa kepada Rabb-nya sampai akhir waktu ashar. Ini adalah kedudukan terendah.
    Untuk nomor tiga bisa dilakukan oleh setiap wanita muslimah dan juga orang-orang yang sedang memiliki udzur untuk tidak pergi ke masjid.

Sahabat kami yang saat ini masih berada di kota Madinah bahkan menceritakan bahwasanya Asy-Syaikh Abdul Karim Al-Khudair (Ulama senior Arab Saudi) menolak melakukan berbagai aktivitas, baik mengajar ataupun berfatwa dan yang lainnya ketika bada ashar setiap hari Jum’atnya dalam rangka mengkhususkan diri bermunajat berdoa kepada Allah Ta’ala mencari waktu mustajab tersebut.

Begitu juga yang kami saksikan langsung dari Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad (Ulama Senior kota Madinah, orang tua dari Asy-Syaikh Abdur Razzaq Al-Badr) beliau meliburkan pengajian beliau setiap hari Jum’atnya, yang mana biasanya pengajian beliau adalah bada maghrib setiap harinya.

Oleh karenanya ikhwati
fillah selagi ada waktu dan kesempatan mari kita berdoa, mendoakan diri kita, keluarga kita, kaum muslimin dan dakwah kita ini, semoga doa-doa kita mustajab terlebih lagi pada saat-saat sedang tertimpa cobaan seperti saat ini, Baarakallahu fiikum.

Akhukum Tenri Handriadi Salman

Ustadz Abdul Qodir – Ayat Kursi

Previous article

NIKMAT ALLAH BERUPA ANAK KETURUNAN

Next article

You may also like

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

More in artikel